Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi
YAYASAN AMAL BHAKTI MEDAN

Artikel

admin | 2014-08-08
Thorax Manusia Thorax ManusiaThorax ManusiaThorax ManusiaThorax ManusiaThorax ManusiaThorax Manusia Thorax Manusia Thorax Manusia Thorax Manusia Thorax Manusia Thorax Manusia Thorax Manusia Thorax ManusiaThorax Manusia Thorax Manusia Thorax Manusia

admin | 2014-08-08
Pasien Supine di atas meja pemeriksaan Mid Sagittal Plane Kepala tegak lurus dengan bidang film IOML sejajar bidang film Punggung pasien diberi pengganjal dengan bantal, leher full ekstensi kepala bertumpu pada vertex di atas area bidang film Knee fleksi, lengan diposisikan nyaman disamping tubuh dan bahu sejajar bidang transversal. Tabung sinar x tegak lurus dengan infra orbito meatal line kepala

admin | 2014-08-08
Terapi radiasi itu sendiri tanpa rasa sakit. Banyak perawatan paliatif dosis rendah, (misalnya, radioterapi ke metastasis kurus) menyebabkan sedikit atau tidak ada efek samping, walaupun rasa sakit jangka pendek menyala dapat berpengalaman dalam hari-hari setelah perawatan karena untuk edema mengompresi saraf-saraf di daerah yang dirawat. Perawatan untuk dosis yang lebih tinggi menyebabkan berbagai efek samping selama pengobatan (efek samping akut), bulan atau tahun-tahun setelah perawatan (efek samping jangka panjang), atau setelah re-treatment (kumulatif efek samping). Alam, tingkat keparahan dan umur panjang efek samping tergantung pada organ-organ yang menerima radiasi, pengobatan sendiri (jenis radiasi, dosis, fractionation, kemoterapi bersamaan), dan pasien.

admin | 2014-08-08
Mengingat radiasi dapat membahayakan kesehatan, maka pemakaian radiasi perlu diawasi, baik melalui peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pemanfaatan radiasi dan bahan-bahan radioaktif, maupun adanya badan pengawas yang bertanggungjawab agar peraturan-peraturan tersebut diikuti.

admin | 2014-08-08
Trauma kepala sudah merupakan kasus medis yang umum terjadi di dunia. Bahkan, di negara maju seperti Amerika dan Australia, tercatat kasus trauma kepala mencapai 800.000-1.000.000 dan 756000 kasus per tahun.

admin | 2014-08-07
Penemuan sinar X oleh Prof. Willem Conrad Roentgen pada penghujung tahun 1895 telah membuka cakrawala kedokteran dan dianggap sebagai salah satu tonggaksejarah yang paling penting untuk saat itu. Berbasis dengan penemuan ini segera saja ilmu radiologi berkembang pesat ke seluruh dunia.

admin | 2014-08-07
Wilhelm Conrad Roentgen seorang ahli fisika di Universitas Wurzburg, Jerman, pertama kali menemukan sinar Roentgen pada tahun 1895 sewaktu melakukan eksperimen dengan sinar katoda. Saat itu dia melihat timbulnya sinar fluoresensi yang berasal dari krostal barium platinosianida dalam tabung Crookes-Hittorf yang dialiri listrik. Ia segera menyadari bahwa fenomena ini merupakan suatu penemuan baru sehingga dengan gigih ia terus menerus melanjutkan penyelidikannya dalam minggu-minggu berikutnya. Tidak lama kemudian ditemukanlah sinar yang disebutnya sinar baru atau sinar X. Baru di kemudian hari orang menamakan sinar tersebut sinar Roentgen sebagai penghormatan kepada Wilhelm Conrad Roentgen.



Cari index berita untuk tanggal : - -